TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Seorang remaja asal Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas meninggal diduga menjadi korban pemukulan atas kericuhan pembubaran balap liar di Purwokerto.
Remaja berinisial SH (13) meninggal setelah diduga mengalami pemukulan ketika melintas menggunakan sepeda motor bersama temannya pada Sabtu (5/9/2026) dini hari.
Peristiwa pembubaran aksi balap liar yang berujung kericuhan itu menjadi perhatian setelah videonya viral di media sosial.
Baca juga: Kesaksian Siswanto Temukan Jenazah Mozza di Jangli Semarang, Ranting Patah Jadi Petunjuk
Berdasarkan keterangan keluarga korban, Jumat (4/9/2026) malam, SH pergi nongkrong di kawasan menara bersama dua temannya.
Mereka kemudian pulang pada Sabtu (5/9/2026) sekira pukul 03.00 melalui jalur Karangbawang arah Berkoh.
Saat melintas di lokasi terjadinya kericuhan itu, SH yang mengendarai motor bersama temannya tiba-tiba dipukul menggunakan kayu.
Pukulan tersebut mengenai bagian kepala dan lengan SH.
Keluarga almarhum, Ukas mengatakan, SH tidak mengetahui adanya kericuhan tersebut.
Dia juga menegaskan korban tidak ikut dalam aksi balap liar.
Setelah melarikan diri dari lokasi dalam kondisi panik, SH kemudian tiba di rumah salah satu temannya.
Di tempat tersebut, kondisi SH mulai mengeluh karena sakit pada bagian kepala. Dia juga sempat mengalami pusing.
Saat hendak diantar pulang oleh temannya, kondisi korban disebut sudah sempoyongan.
"Dia mengeluhkan kepalanya sakit dan pusing. Saat mau diantar pulang oleh temannya juga sempat sempoyongan," katanya, Senin (7/9/2026).
SH akhirnya sampai di rumah. Namun beberapa waktu kemudian, dia ditemukan oleh tetangganya dalam kondisi tidak sadarkan diri di depan rumah.
Korban juga sempat mengalami kejang-kejang sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
• Banyumas Berstatus Awas Kekeringan, 50 Desa Terdampak dan 44.545 Jiwa Kekurangan Air
(0)Comments