Luhu, ameks.id - Tambang sinabar ilegal di Gunung Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), dilaporkan kembali menelan korban meninggal dunia, Minggu (6/9/2026).
Informanya ada dua penambang meninggal dunia, diduga akibat tertimbun tanah longsor saat melakukan aktivitas penggalian.
Dari informasi yang dihumpun ameks.id , para korban diketahui merupakan warga Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).
" Ada maninggal lagi di tambang sinabar. Dong bakodok (menambang) di bekas lubang galian di kawasan Gunung Luhu. Infonya yang meninggal satu dari wakal satunya dari wakasihu," ungkap Sumber kepada ameks.id.
Informasi tersebut turut dibernarkan Kapolsek Huamual, Iptu Luken Soplanit. Meski begitu ia belum mau memberikan keterangan secara resmi terkait kronologi kejadian tersebut.
" Iya betul..ijin..saya sementara perbaiki laporannya...soalnya saya laporkan dulu ke kapolres baru nanti saya kirim baketnya," ujar Kapolsek saat dikonfirmasi ameks.id.
Dengan terus berjatuhnya sejumlah korban akibat tidak ada tindakan tegas dari pemerintah maupun aparat kepolisian dalam melakukan penertiban, maka korban meninggal dunia dipastikan akan terus bertmbah.
Mengingat, sejauh ini kurang lebih puluhan korban jiwa yang dikabarkan telah meninggal dunia dikawasan gunung tambang sinabar ilegal tersebut. (Jardin)
Disclaimer: Dilarang mengutip, menyalin, atau memuat ulang sebagian maupun seluruh isi artikel ini dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi.
(0)Comments