HALLO.ID - PT Bank Mandiri Tbk telah mencatat peningkatan jumlah penyaluran kredit.
Demikian dikemukakan oleh BCA Sekuritas dalam laporan riset edisi Senin (7 September 2026).
Bank Mandiri yang memiliki kode saham BMRI di Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah bank kepunyaan pemerintah.
Baca Juga: Erupsi Anak Krakatau Berhenti, Tapi Tetap Siaga III karena Masih Berpotensi Terjadi Lontaran Batu
Disebutkan bahwa Bank Mandiri telah mencatat peningkatan nilai penyaluran kredit selama Januari hingga Agustus 2026.
Secara rinci dikatakan bahwa Bank Mandiri telah mencatat penyaluran kredit sebesar Rp1.592 triliun sejak Januari hingga Agustus 2026.
Penyaluran kredit sebesar Rp1.592 triliun tersebut meningkat sebanyak 17,6 persen jika dibandingkan dengan Januari hingga Agustus 2025.
Baca Juga: Cadangan Devisa RI Naik Jadi USD146,5 MIliar, Sinyal Ekonomi Tetap Kokoh
Diterangkan bahwa pertumbuhan kredit bank itu tetap dijalankan berdasarkan atas prinsip kehati-hatian.
Prinsip kehati-hatian dengan mempertimbangkan prospek sektor dan profil risiko.sehingga kualitas aset tetap terjaga, paparnya.
Sebelumnya dilaporkan, Bank Mandiri telah meraih laba bersih sebesar Rp33 triliun sepanjang Januari hingga Juli 2026.
Baca Juga: BMKG Prediksi El Nino Bertahan hingga 2027, Warga Diminta Bersiap Hadapi Kemarau Panjang
Laba bersih sebesar Rp33 triliun itu meningkat sebanyak 24 persen dibanding Januari hingga Juli 2025 silam.
Di samping itu, laba bersih sebesar Rp33 triliun tersebut setara dengan 57 persen dari prediksi para analis untuk tahun 2026.
Dilaporkan pula bahwa Bank Mandiri telah meraih kenaikan laba bersih sepanjang Januari hingga Juni 2026.
Baca Juga: Bandara Soetta Masih Ditutup, Ini Jadwal dan Rute Bus Gratis ke 4 Kota Hari Ini
Secara rinci dituturkan, Bank Mandiri telah meraih laba bersih sebesar Rp30,4 triliun selama Januari hingga Juni 2026 itu.
Laba bersih sebesar Rp30,4 triliun itu meningkat sebanyak 24 persen dibanding Januari hingga Juni 2025 silam.
Di samping itu, laba bersih sebesar Rp30,4 triliun tersebut adalah lebih tinggi dari prediksi kalangan analis pasar modal untuk tahun 2026.
Baca Juga: Hari Ini, Penghentian Operasional Bandara Soetta Diperpanjang hingga Pukul 18.00 WIB
Secara pasti, laba bersih tersebut adalah setara dengan 53 persen dari prediksi para analis untuk tahun 2026 ini. ****
(0)Comments