UN

unknown

Kekerasan Seksual di Bangkalan Meningkat, Korban Didominasi Anak

Image
BANGKALAN, koranmadura.com – Kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di bawah umur di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, mengalami peningkatan signifikan. Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) Bangkalan, Sudiyo, menyampaikan, kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di bawah umur meningkat drastis. Pada 2025 tercatat sebanyak 29 kasus, sedangkan pada 2026 mencapai 60 kasus. 'Itu untuk perempuan dan anak di bawah umur, laki-laki maupun perempuan. Jadi laporan itu bisa masuk ke kami asal usianya masih 18 tahun ke bawah, lebih satu tahun dari batas usia kami sudah tidak bisa melayani,' katanya, Senin, 7 September 2026. Kasus kekerasan seksual tersebut dilakukan pelaku dengan beragam modus. Pelaku bahkan berasal dari lingkungan terdekat korban, mulai dari keluarga hingga lingkungan tempat korban tinggal dan beraktivitas. 'Kalau modusnya itu bermacam-macam. Mulai dari pasangan sendiri, ayah tiri, tetangga, bahkan guru di sekolahnya. Untuk orang yang murni tidak dikenal, tidak ada. Tapi kalau baru kenal atau sebatas kenal, ada,' terangnya. Menurutnya, kelompok usia yang paling rentan mengalami kekerasan atau pelecehan seksual berada pada rentang 12 hingga 18 tahun. 'Yang paling rentan perempuan, namun saat ini yang paling banyak itu terjadi pada anak di bawah umur. Ada juga yang laki-laki karena usia mereka masih di bawah 18 tahun,' tutupnya. (MAHMUD/DIK)
Kekerasan Seksual di Bangkalan Meningkat, Korban Didominasi Anak
View on original source
Share
Archive
Like

(0)Comments

 

Related Opinion

A note on cookies

Newshunt uses essential cookies to keep you signed in and to remember your language and country, so the site works the way you expect. With your permission, we'd also like to use analytics cookies to understand how people use Newshunt and improve it over time.

Accepting only affects analytics. To learn more, view our Privacy Policy or Terms & Conditions.