Apa Penyebab Rudy Ariffin Meninggal Dunia? Inilah Kronologi Tewasnya Mantan Gubernur Kalimantan Selatan, Benarkah Akibat Kanker?
Kabar Duka Menyelimuti Kalimantan Selatan: Mantan Gubernur Rudy Ariffin Tutup Usia, Jejak Dedikasi yang Abadi
Awan duka kembali menyelimuti Bumi Lambung Mangkurat. Putra terbaik Kalimantan Selatan, Drs. H. Rudy Ariffin, yang dikenal luas sebagai mantan Gubernur Kalimantan Selatan selama dua periode berturut-turut (2005–2015), dikabarkan telah menghembuskan napas terakhirnya. Almarhum wafat pada Minggu, 6 September 2026, sekitar pukul 11.00 WITA di Rumah Sakit Amanah, Banjarbaru.
Kepergian sosok yang karib disapa Rudy Ariffin ini sontak memicu gelombang rasa kehilangan yang mendalam. Kabar duka tersebut menyebar dengan cepat melalui berbagai saluran komunikasi, memicu banjir ucapan belasungkawa dari beragam lapisan masyarakat, mulai dari tokoh adat, rekan-rekan sejawat di dunia politik, hingga lembaga-lembaga resmi di Kalimantan Selatan.
Gelombang Belasungkawa dari Berbagai Kalangan
Rasa duka yang dirasakan masyarakat Kalsel tercermin dari banyaknya ungkapan simpati yang bermunculan di media sosial maupun melalui pernyataan resmi. Salah satu yang turut menyampaikan rasa duka cita secara mendalam adalah Borneo Law Firm. Melalui unggahan resminya, lembaga hukum tersebut menuliskan pesan penuh khidmat, "Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Turut berduka cita atas meninggalnya Drs. H. Rudy Ariffin, Gubernur Kalimantan Selatan periode 2005–2015."
Ucapan serupa juga mengalir dari berbagai elemen masyarakat yang mengakui peran besar almarhum dalam memajukan daerah. Bagi banyak pihak, Rudy Ariffin bukan sekadar mantan pejabat negara, melainkan seorang figur yang meninggalkan jejak kepemimpinan yang hangat dan berpihak pada rakyat.
(0)Comments