UN

unknown

Aktivitas Sejumlah Gunung Api Meningkat, DPR Desak Pemerintah Perkuat Sistem Peringatan Dini

Image
Ringkasan Berita: Empat gunung api di Indonesia alami peningkatan aktivitas vulkanik Keempatnya yakni Gunung Anak Krakatau, Gunung Ibu, Gunung Ili Lewotolok, dan Gunung Semeru. Pemerintah didesak memperkuat kesiapsiagaan, sistem peringatan dini, serta penyampaian informasi kebencanaan untuk menekan risiko korban jiwa dan kerusakan akibat erupsi. TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peningkatan aktivitas vulkanik di sejumlah gunung api di Indonesia menjadi perhatian DPR RI. Empat gunung api tersebut yakni Gunung Anak Krakatau, Gunung Ibu, Gunung Ili Lewotolok, dan Gunung Semeru. Pemerintah didesak memperkuat kesiapsiagaan, sistem peringatan dini, serta penyampaian informasi kebencanaan untuk menekan risiko korban jiwa dan kerusakan akibat erupsi. Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanulhaq, menilai mitigasi tidak boleh hanya mengandalkan respons ketika bencana sudah terjadi. 'Erupsi gunung berapi memang tidak selalu bisa dicegah, tetapi risikonya bisa dikurangi. Karena itu, pemerintah harus hadir dengan sistem peringatan dini yang kuat, informasi yang cepat dan akurat, serta perlindungan yang benar-benar sampai kepada masyarakat,' ujar pria kelahiran Majalengka 8 Desember 1972 itu kepada wartawan, Senin (7/9/2026). Rekomendasi Untuk Anda Legislator PKB itu mengatakan kesiapsiagaan menjadi semakin penting di tengah aktivitas vulkanik sejumlah gunung api yang memerlukan perhatian pemerintah dan masyarakat. Baca juga: 4 Gunung Api RI Erupsi Bersamaan, Pakar Tegaskan Jalur Magma Tak Terhubung Maman juga meminta kanal informasi resmi pemerintah dioptimalkan untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai perkembangan aktivitas gunung api. 'Setiap perkembangan status dan potensi bahaya harus disampaikan secara cepat, sederhana, dan mudah dipahami masyarakat melalui kanal resmi pemerintah. Jangan sampai masyarakat justru mendapatkan informasi dari media sosial yang belum tentu benar,' tegas pendiri sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan di Jatiwangi, Majalengka, Jabar. Selain sistem peringatan dini, Maman menilai kesiapsiagaan menghadapi erupsi membutuhkan koordinasi lintas lembaga. Dia pun mendorong penguatan koordinasi antara BPBD, BNPB, TNI/Polri, pemerintah daerah, relawan, serta instansi terkait lainnya. Koordinasi tersebut diperlukan agar informasi mengenai potensi bahaya dapat segera diterjemahkan menjadi langkah konkret di lapangan, termasuk kesiapan evakuasi apabila kondisi mengharuskan masyarakat meninggalkan kawasan rawan. "Pemerintah juga harus mengantisipasi dampak erupsi yang tidak hanya berkaitan dengan keselamatan warga, tetapi juga kesehatan, transportasi, pertanian, ketersediaan air bersih, serta aktivitas ekonomi masyarakat," kata dia. Baca juga: Arie Untung Soroti 10 Gunung Api di Indonesia Erupsi Hampir Bersamaan, Singgung Sebagai Pengingat Karena itu, menurutnya, mitigasi perlu dipersiapkan secara menyeluruh, tidak hanya pada aspek evakuasi ketika erupsi terjadi. Di sisi lain, Maman mengimbau masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar kawasan rawan bencana gunung api, untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan otoritas kebencanaan. "Aktivitas di luar rumah sebaiknya dikurangi dan pintu serta jendela ditutup untuk mengurangi masuknya abu ke dalam rumah. Masyarakat juga perlu melindungi sumber air dan makanan agar tidak terkontaminasi abu vulkanik," pungkasnya.
Aktivitas Sejumlah Gunung Api Meningkat, DPR Desak Pemerintah Perkuat Sistem Peringatan Dini
View on original source
Share
Archive
Like

(0)Comments

 

Related Opinion

A note on cookies

Newshunt uses essential cookies to keep you signed in and to remember your language and country, so the site works the way you expect. With your permission, we'd also like to use analytics cookies to understand how people use Newshunt and improve it over time.

Accepting only affects analytics. To learn more, view our Privacy Policy or Terms & Conditions.