YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan pada periode pengamatan 4 hingga 6 September 2026. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan adanya peningkatan kegempaan, guguran lava, serta potensi bahaya yang masih tinggi sehingga status Merapi tetap berada di Level III atau Siaga.
Pada periode pengamatan Minggu (06/09/2026) pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, kondisi cuaca di sekitar Merapi berawan dengan angin bertiup lemah ke arah utara. Suhu udara tercatat 20,4 derajat Celsius dengan kelembaban 74 persen dan tekanan udara 876,3 mmHg. Secara visual, gunung terlihat jelas tanpa adanya asap kawah. Namun, aktivitas kegempaan menunjukkan adanya 29 kali gempa guguran dengan amplitudo 2 hingga 13 milimeter dan durasi 29,94 hingga 139,74 detik. Selain itu, terdeteksi sembilan kali gempa hybrid dengan amplitudo 4 hingga 24 milimeter, serta dua kali gempa vulkanik dangkal. Satu gempa tektonik jauh juga tercatat dengan durasi hampir 98 detik. Guguran lava teramati sebanyak delapan kali ke arah barat daya, tepatnya Kali Sat/Putih dan Kali Krasak, dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter.
Sementara itu, pada periode pengamatan sebelumnya, Minggu dini hari pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, cuaca cerah berawan dengan angin lemah ke arah barat. Suhu udara berkisar 13,6 hingga 17,7 derajat Celsius. Secara visual, gunung terlihat jelas dengan asap kawah bertekanan lemah berwarna putih setinggi 10 meter. Aktivitas kegempaan mencatat sembilan kali guguran, 18 kali gempa hybrid, serta satu gempa tektonik jauh dengan amplitudo 6 milimeter dan durasi lebih dari 160 detik. Guguran lava juga teramati ke arah barat daya dengan jarak luncur 1.500 hingga 1.600 meter.
Data pemantauan pada 5 September 2026 menunjukkan intensitas aktivitas yang cukup tinggi. Dalam periode 24 jam, tercatat 71 kali guguran, 51 kali gempa hybrid, satu gempa vulkanik dangkal, dan satu gempa tektonik jauh. Guguran lava teramati sebanyak 22 kali dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter. Kondisi meteorologi saat itu bervariasi antara cerah, mendung, dan berawan dengan suhu udara 12,9 hingga 26,1 derajat Celsius.
Pada periode pengamatan 5 September pukul 18.00 hingga 24.00 WIB, aktivitas Merapi masih menunjukkan intensitas yang cukup tinggi. Tercatat 17 kali guguran, sembilan kali gempa hybrid, serta satu gempa vulkanik dangkal. Guguran lava teramati tiga kali ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter. Kondisi cuaca cerah berawan dengan angin tenang ke arah utara.
(0)Comments