Abdi Negara anak almarhum Agus Salim bersama Kapolres Kepahiang saat memberikan keterangan atas peristiwa yang dialami orang tuanya
KEPAHIANG, Bengkulunetwork.com – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Agus Salim (70), warga Desa Pagar Gunung, Kecamatan Kepahiang. Pria lansia yang sehari-hari bekerja sebagai petani dan menjaga warung kelontong ini harus merenggut nyawa akibat tindakan keji tetangganya sendiri, tepat saat ia tengah bersiap melangkah menuju Tanah Suci.
Niat suci almarhum untuk menunaikan ibadah haji pada musim haji 2027 mendatang kini tinggal kenangan. Sabtu (5/9/2026) pagi yang seharusnya menjadi hari keberangkatannya ke Kota Bengkulu untuk mengurus administrasi pembuatan paspor, justru berubah menjadi hari penemuan jenazahnya yang tragis di sebuah siring desa.
Putra korban, Abdi Negara, tak mampu menahan air mata saat mengingat komunikasi terakhirnya bersama sang ayah melalui panggilan video pada Jumat (4/9/2026) pagi. Saat itu, almarhum mengungkapkan kesiapan serta kebahagiaannya untuk berangkat haji.
Baca Juga: Anak Krakatau Berstatus Siaga, ASDP Pastikan Layanan Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Normal dan Terkendali
"Sebaik-baiknya rencana manusia untuk menunaikan ibadah haji, tentu lebih baik rencana Allah. Pagi Jumat saya video call dengan Bapak yang menyatakan kesiapannya untuk haji. Sabtu itu seharusnya beliau berangkat ke Bengkulu mengurus paspor," tutur Abdi dengan suara bergetar.
Pelaku Ternyata Tetangga Dekat
Tak butuh waktu lama bagi pihak kepolisian untuk membongkar teka-teki kematian tak wajar korban. Tim gabungan Polres Kepahiang dan Unit Jatanras Polda Bengkulu berhasil meringkus terduga pelaku berinisial WH (30).
Baca Juga: Cegah Abrasi dan Erosi, GPA Gendong Adventure Tanam 1.000 Bibit Mangrove di Pesisir Bengkulu Tengah
Yang menyayat hati, WH merupakan tetangga dekat rumah korban, bahkan istrinya masih memiliki hubungan kerabat jauh dengan keluarga korban. Aksi nekat pelaku diketahui dipicu oleh permasalahan sepele.
Pihak keluarga menyampaikan apresiasi mendalam kepada aparat kepolisian yang bergerak cepat mengungkap kasus dugaan penganiayaan berat yang menyebabkan kematian Agus Salim.
"Kami tidak menyangka pelaku tega melakukan hal ini, padahal setahu kami dia orang baik dan masih ada hubungan kerabat. Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Polres Kepahiang dan Jatanras Polda Bengkulu yang bergerak cepat mengusut tuntas kasus ini," tutup Abdi. ***
(0)Comments