harapanrakyat.com,- Indonesia kembali kehilangan legenda sepak bola nasional. Mantan pemain Timnas Indonesia Bob Hippy meninggal dunia di usia yang ke-82 pada Sabtu (5/9/2026) sore. Ia berpulang di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta usai mengeluh sakit di bagian perut.
Bob pernah menjadi pengurus PSSI periode 2011-2015. Selama periode kepengurusan, Bob menduduki beberapa posisi penting. Sebut saja Ketua Komite Pengembangan Sepak Bola Usia Muda, Ketua Komite Sepak Bola, serta Wakil Ketua Komite Status Pemain.
Selain itu, ia juga diberi kepercayaan untuk menjabat Koordinator Timnas Indonesia. Ia selalu terlibat dalam pembahasan program untuk tim nasional. Bob sangat dikenal memberikan perhatian besar pada pembinaan pemain muda di Indonesia.
Baca Juga: Intip Kekuatan Seoul FC, Calon Lawan Persib Bandung di ACL Two 2026/27
Dirinya kerap berusaha memastikan bahwa para pemain potensial mendapat kesempatan bermain dengan Timnas Indonesia yang saat itu tengah berada di dualisme kompetisi dan organisasi yakni Liga Primer Indonesia (LPI) buatan Nurdin Halid Indonesia Premier League (IPL) yang dibentuk Djohar Arifin Husin.
Bob Hippy Punya Sejarah Penting dengan Timnas Indonesia
Selama menjadi pemain profesional, Bob Hippy sempat memperkuat Persija Jakarta untuk level klub sebagai penyerang.
Untuk level tim nasional, Bob merupakan salah satu generasi emas sepak bola Indonesia di era 1960-an. Ia bersama skuad Garuda berhasil menjuarai Piala Asia U-19 1961 di Bangkok.
Tidak hanya itu saja, ia juga menjadi pencetak gol terbanyak Indonesia saat kompetisi tersebut berlangsung. Ia menjadi salah satu pemain yang mendapat sambutan dari ketua PSSI saat itu, Abdul Wahab Djojohadikoesoemo usai kembali ke Tanah Air.
Usai pensiun sebagai pemain, Bob tetap aktif dan melanjutkan kiprahnya di dunia sepak bola. Ia menjadi pengurus di Persija Jakarta dan juga PSSI. Terlebih dalam pengembangan para pemain usia muda.
Baca Juga: Dibuang Persija Jakarta, Mauro Zijlstra Langsung Bersinar dengan Arema Malang
Perannya yang aktif dalam mengelola pemain muda maupun pemain penuh potensial inilah yang menjadi warisan yang penting untuk sepak bola Indonesia hingga akhir hayatnya. Kepergiannya menjadi sebuah kehilangan besar karena sudah memberikan kontribusi nyata untuk sepak bola nasional baik itu di lapangan maupun dalam pengelolaannya. (Revi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)
(0)Comments