Jember, MCI News – Jenazah Muhammad Iswandi, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Biting, Kecamatan Arjasa, Jember, tiba di rumah duka setelah dipulangkan dari Malaysia pada Minggu (06/09/2026). Pemerintah Kabupaten Jember turut mendampingi proses pemulangan tersebut, sementara biaya pengiriman jenazah disebut telah ditanggung secara pribadi oleh Bupati Jember Gus Fawait.
Iswandi meninggal dunia di Malaysia setelah mengalami gangguan kesehatan yang berkembang menjadi komplikasi infeksi. Ia sebelumnya telah bekerja di Negeri Jiran selama sekitar dua dekade untuk memenuhi kebutuhan keluarganya di Indonesia.
Putri almarhum, Istantina Anitia, mengatakan ayahnya mulai merantau ke Malaysia pada 2006 ketika dirinya masih duduk di bangku taman kanak-kanak. Selama bekerja di Malaysia, Iswandi menjalani beberapa pekerjaan di sektor industri.
'Selama dua dekade merantau, Iswandi menekuni berbagai bidang pekerjaan. Mulai pabrik perakitan rangka mobil, manufaktur wadah plastik, hingga yang terakhir bekerja di industri pembuat wadah minuman,' ujarnya.
Menurut Istantina, ayahnya tidak memiliki riwayat penyakit kronis ketika pertama kali berangkat bekerja ke Malaysia. Namun, dalam dua tahun terakhir, Iswandi mulai menyampaikan kondisi kesehatannya kepada keluarga.
Kondisi kesehatan Iswandi kemudian menurun setelah mengalami luka akibat paku pada bagian kaki. Luka tersebut mengalami pembengkakan dan memicu komplikasi infeksi yang disebut berkaitan dengan tetanus.
'Sebelum wafat, kondisi fisik Iswandi sempat menurun akibat luka paku di kakinya yang membengkak hingga memicu komplikasi infeksi (tetanus). Akibat kondisi tersebut, almarhum sempat tidak masuk kerja selama tiga hari. Padahal, almarhum sebenarnya sudah mengagendakan kepulangan ke Indonesia pada pertengahan Agustus 2026,' imbuhnya.
Iswandi meninggal dunia pada Selasa, 18 Agustus 2026. Keluarga kemudian menerima kabar mengenai kematiannya pada hari yang sama setelah seorang rekan almarhum berusaha mencari keluarga melalui media sosial.
'Almarhum pertama kali ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di sebuah musala setempat saat hendak bersiap memeriksakan kakinya ke rumah sakit.
'Kabar duka tersebut diterima pihak keluarga di Jember pada hari yang sama sekitar pukul 13.15 WIB, melalui rekan almarhum yang melacak keberadaan keluarga via media sosial,' menurutnya.
Keluarga sempat menghadapi ketidakpastian setelah mengetahui sejumlah barang pribadi Iswandi tidak berada di tempat. Ponsel dan uang tunai milik almarhum tidak ditemukan, sedangkan dokumen paspor dan kunci kamar masih ada.
Kondisi tersebut membuat keluarga bersikap hati-hati terhadap informasi awal mengenai kematian Iswandi. Pihak keluarga menunggu konfirmasi resmi dari kepolisian setempat sebelum memastikan proses selanjutnya.
Proses pemulangan jenazah kemudian berlangsung selama beberapa pekan. Kendala verifikasi dokumen serta prosedur kepolisian di Malaysia turut memengaruhi waktu pemulangan ke Indonesia.
'Proses pemulangan jenazah membutuhkan waktu beberapa pekan akibat kendala verifikasi dokumen dan prosedur kepolisian di Malaysia,' terangnya.
Proses tersebut akhirnya berlanjut dengan pengawalan serta bantuan dari jaringan relawan dan keluarga. Setelah seluruh tahapan selesai, jenazah diberangkatkan menuju Jember untuk diserahkan kepada keluarga.
'Setibanya di rumah duka, kedatangan jenazah disambut oleh pihak keluarga beserta jajaran pemerintah setempat. Termasuk Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perdagangan (Kadisnaker) serta Camat Arjasa dan Camat Pakusari,' paparanya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perdagangan Jember, Zamroni, mengatakan pihaknya mendatangi keluarga Iswandi untuk menyampaikan pesan dari Bupati Jember Gus Fawait. Menurut Zamroni, pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap proses pemulangan PMI yang meninggal di luar negeri.
Zamroni menyampaikan bahwa biaya pengiriman jenazah Iswandi tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Ia menyebut Gus Fawait menanggung pembiayaan tersebut secara pribadi dengan dukungan dari anggota DPR RI Bambang Haryadi.
'Bukan menggunakan APBD. Dan ini juga melalui peran serta anggota DPR RI, Bambang Haryadi, yang juga sudah membantu memperlancar seluruh proses kedatangan,' ungkapnya.
Jenazah Muhammad Iswandi tiba di Desa Biting, Kecamatan Arjasa, pada pukul 21.18 WIB. Setelah tiba di rumah duka, keluarga langsung melanjutkan proses pemakaman.
Pemulangan tersebut menutup rangkaian proses administratif dan koordinasi yang berlangsung sejak Iswandi meninggal di Malaysia. Kasus ini juga menjadi perhatian terhadap perlindungan PMI yang menghadapi persoalan kesehatan dan meninggal dunia selama bekerja di luar negeri.
Bagi keluarga, kepulangan jenazah memungkinkan proses pemakaman dilakukan di kampung halaman. Pemerintah daerah bersama pihak terkait juga menjalankan koordinasi untuk memastikan proses pemulangan PMI dari luar negeri dapat berlangsung sesuai prosedur.
(0)Comments