Bandarlampung (ANTARA) - Kodam XXI/Radin Inten menyiagakan 605 personel beserta sarana pendukung guna mengantisipasi potensi dampak peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau di wilayah terdampak.
Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi di Bandar Lampung, Minggu, mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk respons cepat kodam untuk memastikan kesiapan personel dan dukungan operasional jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
"Langkah ini sebagai bentuk kesiapsiagaan penuh Kodam XXI/Radin Inten di lapangan," kata dia.
Ia menjelaskan 605 personel yang disiagakan dibekali dengan kendaraan dan perlengkapan operasional, seperti truk, sepeda motor, kendaraan pemadam kebakaran, dapur lapangan, ambulans, tenda serbaguna, genset, perlengkapan listrik, alat kesehatan, drone, serta dukungan logistik.
Baca juga: Badan Geologi: Abu vulkanik Anak Krakatau tersebar ke lima provinsi
Selain menyiagakan personel dan peralatan, pihak Kodam XXI/Radin Inten terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.
Koordinasi dilakukan untuk memastikan optimalisasi kesiapan seluruh unsur yang terlibat dan menjamin kecepatan respons apabila masyarakat membutuhkan bantuan kedaruratan.
Di samping upaya kesiagaan pasukan, mitigasi juga diarahkan langsung kepada masyarakat melalui para Bintara Pembina Desa (Babinsa) di wilayah terdampak.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, mengurangi aktivitas di luar rumah, dan menggunakan masker saat berada di luar rumah. Kodam XXI/Radin Inten bersama pemda dan instansi terkait akan terus memonitor perkembangan situasi," ujar Kristomei.
Baca juga: BNPB: 15 kecamatan di Lampung & Banten terdampak erupsi Anak Krakatau
Baca juga: 4 bandara ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik Anak Krakatau
(0)Comments