Bantentv.com — KH Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di ruas Tol Tangerang–Merak.
Kabar duka tersebut membawa kesedihan bagi keluarga besar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tangerang.
Sekretaris Umum MUI Kabupaten Tangerang, KH Nur Alam, membenarkan kabar meninggalnya KH Ahmad Fudholi pada Senin, 7 September 2026.
Baca Juga: Trisno PAS Band Meninggal Dunia, Musisi Rock Indonesia Berduka
KH Nur Alam menerima informasi tersebut setelah tim medis memberikan penanganan kepada almarhum.
'Barusan saya mendapat informasi bahwa beliau sudah wafat setelah menjalani upaya medis,' kata KH Nur Alam.
KH Nur Alam juga menyampaikan belasungkawa atas kepergian KH Ahmad Fudholi.
Menurutnya, keluarga, ulama, jemaah, dan masyarakat yang mengenal kiprah dakwah almarhum turut merasakan kehilangan.
Sebelum meninggal dunia, KH Ahmad Fudholi mengalami kecelakaan di Jalan Tol Tangerang–Merak pada Jumat, 4 September 2026.
Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB saat kondisi jalan masih sepi pada dini hari.
Peristiwa tersebut berlangsung di Kilometer 63+800 B Tol Tangerang–Merak, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.
Saat itu, KH Ahmad Fudholi melakukan perjalanan menuju Tangerang bersama seorang sopir.
Keduanya bertolak ke Tangerang setelah KH Ahmad Fudholi menyelesaikan agenda ceramah di Cikaduen, Kabupaten Pandeglang.
Dalam perjalanan pulang, kendaraan yang mereka gunakan mengalami kecelakaan lalu lintas.
Petugas langsung memberikan pertolongan kepada keduanya setelah kecelakaan terjadi.
Petugas kemudian membawa KH Ahmad Fudholi dan pengemudi menuju fasilitas medis untuk mendapatkan penanganan.
Tim medis berupaya menangani kondisi KH Ahmad Fudholi setelah kecelakaan tersebut.
Namun, upaya medis itu tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.
Keluarga kemudian menerima kabar wafatnya KH Ahmad Fudholi pada Senin, tiga hari setelah kecelakaan.
Dikenal Aktif Berdakwah
Kepergian KH Ahmad Fudholi meninggalkan duka mendalam bagi berbagai kalangan, khususnya masyarakat keagamaan di Kabupaten Tangerang.
Semasa hidupnya, almarhum aktif menyampaikan dakwah kepada masyarakat.
Berbagai kegiatan ceramah membuat banyak jemaah mengenal sosok KH Ahmad Fudholi sebagai ulama dan penceramah.
Agenda ceramah di Cikaduen menjadi salah satu aktivitas dakwah yang ia jalani sebelum kecelakaan.
Setelah menyelesaikan ceramah tersebut, ia melanjutkan perjalanan menuju Tangerang.
MUI Kabupaten Tangerang menilai kepergian KH Ahmad Fudholi sebagai kehilangan besar bagi keluarga, ulama, dan umat.
Ucapan belasungkawa pun terus mengalir sebagai bentuk penghormatan terhadap kiprah almarhum dalam menyampaikan nilai-nilai keagamaan.
Hingga berita ini ditulis, pihak berwenang belum memberikan penjelasan secara terperinci mengenai penyebab dan kronologi lengkap kecelakaan tersebut.
Informasi mengenai kondisi pengemudi yang berada bersama KH Ahmad Fudholi juga belum tersedia secara lebih rinci.
Karena itu, masyarakat perlu menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Keluarga dan kerabat kini menjalani masa duka setelah kehilangan sosok yang mereka cintai.
Semoga KH Ahmad Fudholi mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan memperoleh kekuatan serta ketabahan.
Editor Rita Darmayanti
(0)Comments