Tubuh manusia secara alami akan memberikan isyarat penurunan fungsi organ sebelum meninggal dunia. Perubahan nafsu makan secara drastis disebut-sebut menjadi salah satu tandanya. Benarkah?
Kematian adalah hal yang pasti dialami setiap makhluk bernyawa. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah Al-Anbiya ayat 35,
كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَنَبْلُوْكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۗوَاِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَSCROLL TO CONTINUE WITH CONTENTArtinya: "Setiap yang bernyawa akan merasakan kematian. Kami menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Kepada Kamilah kamu akan dikembalikan."
Tidak ada yang tahu kapan kematian tiba. Namun, ada tanda-tanda yang bisa dikenali, meski tidak sepenuhnya pasti. Tanda juga bisa berbeda bagi setiap orang.
Disebutkan dalam buku Misteri Kehidupan Alam Barzakh karya Iptu Rinto Nugroho, beberapa hari sebelum seseorang meninggal dunia, ada sejumlah tanda yang terjadi. Tanda ini bisa dilihat sejak 100 hari, 40 hari, 7 hari, 3 hari, 1 hari, hingga sesaat sebelum kematian.
Pada 7 hari sebelum kematian, orang tersebut akan merasakan sakit yang luar biasa. Sebagian ulama menyebut rasa sakit itu muncul di bagian dada, ada juga yang menyebut di perut atas. Sakit makin terasa ketika masuk waktu asar.
Selain itu, nafsu makan juga akan berubah. Adakalanya sama sekali tidak nafsu makan, tapi adakalanya nafsu makan naik drastis, melebihi kemampuan orang sehat pada umumnya.
Pandangan Medis Perubahan Nafsu Makan Sebelum Meninggal Dunia
Menurut sejumlah publikasi medis, penyakit tertentu bisa menyebabkan perubahan nafsu makan menjelang kematian. Pada pasien kanker, seperti dipublikasikan dalam situs Cancer Research UK, penderita stadium akhir sering kehilangan nafsu makan terutama beberapa minggu menjelang kematian. Lambat laun, saat kondisi melemah, tubuh tidak bisa lagi mencerna makanan.
Berkurangnya nafsu makan juga umum terjadi pada orang lanjut usia. Penyebabnya bisa bermacam-macam. Menurut sebuah penelitian tentang pengalaman kehilangan nafsu makan pada lansia yang dipublikasikan dalam jurnal BMC Geriatrics 24, 117 (2024), faktor biologis, psikologis, dan sosial bisa mempengaruhi nafsu makan.
Tahap Perjalanan Hidup Manusia Menurut Islam
Dalam Islam, setiap manusia akan melewati fase kehidupan di dunia dan akhirat. Fase kehidupan dunia berakhir setelah datangnya kematian, dan kehidupan akhirat akan tiba setelah datangnya kiamat. Sebelum kiamat, orang yang telah meninggal dunia akan berada di alam barzakh atau alam kubur.
Orang yang hidup di dunia saat ini berada di alam urutan kedua. Said Hawwa dalam Al-Islam terjemahan Abdul Hayyie al-Kattani dkk menerangkan, manusia akan melewati alam rahim, alam dunia, alam barzakh atau alam setelah kematian, dan alam akhirat atau alam sesudah kiamat. Masing-masing alam memiliki hukum sendiri dan setiap tingkatan alam akan lebih luas daripada alam sebelumnya.
Alam dunia lebih luas daripada alam rahim ibu, dan alam barzakh lebih luas daripada alam dunia karena merupakan bagian alam akhirat. Adapun, alam akhirat akan menjadi alam paling luas karena di sanalah manusia bisa melihat dan hidup di alam gaib.
Wallahu a'lam.
(0)Comments