Ringkasan Berita: RSUD Bayu Asih Purwakarta mencatat peningkatan pasien gangguan pernapasan akibat cuaca panas dan debu lingkungan
Direktur RSUD Bayu Asih menyatakan faktor abu vulkanik juga diduga menjadi pemicu tambahan keluhan kesehatan
Pihak rumah sakit memastikan stok obat-obatan dan bahan habis pakai untuk penanganan ISPA masih mencukupi
RSUD Bayu Asih membagikan masker kepada pengunjung sebagai langkah preventif mengurangi paparan partikel udara
Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi
TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Keluhan gangguan pernapasan mulai menunjukkan peningkatan di RSUD Bayu Asih Purwakarta, Jawa Barat, di tengah kondisi cuaca panas, musim kemarau, meningkatnya debu lingkungan, serta paparan abu vulkanik dalam beberapa hari terakhir.
Pasien yang datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Bayu Asih di antaranya mengeluhkan batuk hingga sesak napas.
Direktur Utama RSUD Bayu Asih Purwakarta, Tri Muhammad Hani, mengatakan berdasarkan pemantauan pelayanan di IGD, terdapat kecenderungan peningkatan kunjungan pasien dengan keluhan gangguan pernapasan.
"Peningkatan tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Saat ini kita menghadapi musim kemarau, cuaca yang cukup panas, serta kondisi udara yang lebih berdebu, yang dapat memicu atau memperberat keluhan pada saluran pernapasan," kata Tri Muhammad Hani saat ditemui di RSUD Bayu Asih Purwakarta, Senin (7/9/2026).
Menurut Tri, paparan debu maupun abu vulkanik juga dimungkinkan menjadi salah satu faktor tambahan yang turut memengaruhi keluhan pernapasan masyarakat dalam beberapa hari terakhir.
Rekomendasi Untuk Anda
Meski demikian, pihak rumah sakit belum dapat memastikan bahwa peningkatan keluhan tersebut secara langsung disebabkan oleh abu vulkanik.
"Dalam tiga hari terakhir, adanya paparan debu atau abu vulkanik juga dimungkinkan menjadi salah satu faktor tambahan. Namun, saat ini belum dapat disimpulkan bahwa peningkatan kasus secara langsung disebabkan oleh abu vulkanik," ujarnya.
Baca juga: Abu Vulkanik Anak Krakatau Dikabarkan Menuju Ciamis, BPBD Pangandaran Imbau Warga Siapkan Masker
Tri menjelaskan diperlukan evaluasi lebih lanjut dengan melihat riwayat paparan, kondisi klinis, serta diagnosis masing-masing pasien.
Pada Minggu (6/9/2026) malam, tercatat delapan pasien datang dengan keluhan batuk dan sesak napas. Dari jumlah tersebut, dua pasien diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.
Sementara dua pasien lainnya menjalani rawat inap. Adapun empat pasien harus dirujuk ke rumah sakit lain lantaran kapasitas ruang perawatan RSUD Bayu Asih saat itu dalam kondisi penuh.
"Pada malam tanggal 6 September 2026 tercatat delapan pasien dengan keluhan batuk dan sesak napas. Dua pasien diperbolehkan pulang, dua pasien menjalani rawat inap, dan empat pasien dirujuk karena kapasitas ruang perawatan saat itu penuh," ucapnya.
Jika pola kunjungan dengan keluhan serupa terjadi pada shift lainnya, Tri memperkirakan jumlah pasien gangguan pernapasan dapat mencapai sekitar 20 hingga 24 kasus dalam satu hari.
Namun, angka tersebut masih bersifat estimasi dan jumlah sebenarnya tetap perlu dikonfirmasi berdasarkan pencatatan pelayanan selama 24 jam.
"Fenomena peningkatan keluhan gangguan pernapasan ini kemungkinan bersifat multifaktor. Kondisi kemarau, cuaca panas, debu lingkungan, kualitas udara, serta kemungkinan adanya tambahan paparan abu vulkanik dalam beberapa hari terakhir dapat bersama-sama memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat," kata Tri.
(0)Comments