Seorang influencer berkebangsaan Inggris-Nigeria dikabarkan meninggal dunia secara mendadak saat menikmati liburan mewah di Thailand.
Koroner menyatakan bahwa kematian pria berusia 43 tahun tersebut dipicu oleh prosedur kosmetik pembesaran organ intim yang dilakukannya.
Ia menjalani penyuntikan 40 mililiter asam hialuronat dan lidokain pada bagian tubuh tertentu di sebuah klinik di Bangkok.
Tidak lama setelah tindakan tersebut selesai, korban bersama istrinya sempat pergi untuk menikmati layanan pijat relaksasi.
Di lokasi pijat itu, ia mendadak mengeluhkan nyeri pada bagian dada dan sempat kehilangan kesadaran sebanyak dua kali.
Tim medis segera membawanya menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Sukhumvit untuk mendapatkan penanganan darurat.
Meskipun sempat menjawab pertanyaan dokter di awal, kondisinya memburuk dengan cepat sebelum proses pemindaian CT scan dapat dilakukan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ia mengalami emboli paru akibat adanya penyumbatan pembuluh darah di bagian organ pernapasannya.
Tim medis sempat melakukan upaya resusitasi jantung paru selama lebih dari 100 menit di ruang perawatan intensif.
Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan dan ia dinyatakan meninggal dunia pada dini hari tanggal 6 Maret.
Pemeriksaan jenazah lanjutan di Inggris menemukan adanya partikel seluler yang cocok dengan bahan filler dalam paru-parunya.
Koroner menegaskan bahwa prosedur kosmetik ilegal maupun medis tersebut menjadi penyebab utama terjadinya emboli fatal.
Sebelum meninggal dunia, korban dikenal memiliki gaya hidup mewah serta ratusan ribu pengikut di platform Instagram.
Proses pemakamannya di London dihadiri oleh sejumlah pesohor dan rekan dekat dari berbagai negara.
(0)Comments