LI

liputan6dotcom

Harga Minyak Dunia Hari Ini Melompat Setelah Ketegangan Meningkat di Selat Hormuz

Image
Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali saling serang telah mendongkrak harga minyak Brent dan WTI. Tampak dalam foto, harga bensin yang melebihi 8 delapan dolar AS per galon tertera di sebuah SPBU Chevron di Los Angeles, California, pada 28 April 2026. , harga minyak Brent naik 52 sen atau 0,54% menjadi US$ 96,80 per barel pada pukul 23.54 GMT. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate naik 0,72% atau 66 sen menjadi US$ 92,14 per barel. Brent naik 7,8% pekan lalu sementara WTI menguat hampir 10% setelah AS dan Iran kembali saling menyerang, yang menyebabkan berkurangnya aliran minyak melalui Selat Hormuz. Pasukan AS menyerang tiga kapal tanker minyak Iran pada hari Sabtu, menurut Komando Pusat AS , termasuk satu kapal di lepas pantai Pulau Kharg, dekat pusat ekspor minyak utama Iran. Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan pada Sabtu, kalau pihaknya menargetkan tiga kapal tanker minyak yang melintasi rute tidak resmi di Selat Hormuz serta tiga kapal AS lainnya di wilayah berbeda. Serangan Sabtu tersebut menandai"eskalasi besar dalam konflik maritim", menurut perusahaan intelijen maritim Marisks. "Kapal tanker komersial kini sengaja digunakan sebagai instrumen tekanan ekonomi timbal balik, yang secara substansial melemahkan batasan yang sebelumnya ada antara konfrontasi militer dan pelayaran komersial," Marisks, menambahkan. Sebuah perahu motor kecil melewati kapal-kapal yang berlabuh di Selat Hormuz di lepas pantai Bandar Abbas, Iran, Kamis, 11 Juni 2026. Rata-rata 10 kapal pengangkut komoditas melintasi Selat Hormuz setiap harinya selama 10 hari terakhir, angka terendah sejak Mei berdasarkan data dari perusahaan analitik Kpler yang dirilis pada Senin. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei menuturkan, zona terbatas akan diumumkan di luar Selat Hormuz dalam beberapa hari mendatang. OPEC+ memutuskan untuk tidak mengubah kebijakan produksi minyaknya untuk Oktober dalam pertemuan Minggu, menurut pernyataan kelompok produsen tersebut, karena mereka perlu menyepakati kuota baru sebelum menentukan langkah produksi selanjutnya. Situasi kebuntuan yang berkepanjangan, yang diselingi oleh tindakan militer terukur dari AS dan Iran, tampaknya menjadi skenario yang paling mungkin terjadi dan kemungkinan akan menghambat pemulihan penuh pasokan dari Timur Tengah, menurut catatan analis ANZ. "Kami memperkirakan ekspor akan tetap terbatas sepanjang sisa tahun 2026, sebelum secara bertahap kembali dibuka pada akhir kuartal keempat tahun 2026," ujar analis ANZ. Analis ANZ menambahkan, tingkat volume aliran pasokan seperti sebelum perang diperkirakan baru akan kembali tercapai pada akhir kuartal pertama atau awal kuartal kedua 2027. Bos Ripple Yakin AS Bisa Jadi Pusat Kripto Dunia, tapi Ada Satu Syarat
Harga Minyak Dunia Hari Ini Melompat Setelah Ketegangan Meningkat di Selat Hormuz
View on original source
Share
Archive
Like

(0)Comments

 

Related Opinion

A note on cookies

Newshunt uses essential cookies to keep you signed in and to remember your language and country, so the site works the way you expect. With your permission, we'd also like to use analytics cookies to understand how people use Newshunt and improve it over time.

Accepting only affects analytics. To learn more, view our Privacy Policy or Terms & Conditions.