Ilustrasi, pembagian masker untuk mencegah ISPA.(Dok. Antara)
KASUS Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengalami peningkatan signifikan akibat pengaruh cuaca yang tidak menentu. Berdasarkan data Dinas Kesehatan setempat, tercatat sebanyak 5.921 pasien ditemukan di RSUD dr Slamet dan sejumlah puskesmas sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Asep Surahman, mengungkapkan bahwa musim kemarau panjang yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir menjadi pemicu utama lonjakan kasus ini. Penyakit tersebut menyerang warga dari berbagai kelompok usia, mulai dari balita, anak-anak, remaja, hingga orang tua.
"Sejak Januari hingga Agustus memang ada peningkatan kasus ISPA. Pasien yang mendapat perawatan terutama didominasi oleh balita dan anak-anak. Mereka mengalami gejala seperti batuk, hidung tersumbat, sulit bernapas, suara serak, hingga nafsu makan menurun akibat faktor udara dan debu," ujar Asep Surahman, Senin (7/9/2026).
Baca juga : 7 Hal Sepele yang Ternyata Jadi Pemicu Utama ISPA, Jaga Paru Anda!
Asep menjelaskan, meskipun jumlah pasien meningkat, rata-rata kondisi mereka berangsur sembuh setelah mendapatkan penanganan medis. Gejala umum yang dikeluhkan pasien meliputi batuk, flu, bersin, hidung meler, dan sakit tenggorokan.
Selain faktor cuaca panas dan debu, paparan asap rokok juga menjadi salah satu penyebab yang memperburuk kondisi kesehatan pernapasan masyarakat. Asep menambahkan bahwa perubahan cuaca yang terkadang menjadi dingin secara tiba-tiba juga memicu munculnya penyakit lain.
"Perubahan cuaca yang terjadi sekarang membuat banyak warga terserang berbagai penyakit, mulai dari batuk, flu, diare, hingga asma yang kambuh. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)," tuturnya.
Baca juga : Pemkot Bandarlampung Siagakan Puskesmas Antisipasi Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Sebagai langkah preventif, Dinas Kesehatan Kabupaten Garut meminta masyarakat untuk kembali disiplin menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Hal ini penting dilakukan mengingat kondisi udara yang panas dan berdebu dapat memperparah risiko gangguan pernapasan.
Data Kasus ISPA Garut (Januari - Agustus 2026):
Total Pasien: 5.921 orang
Lokasi Penanganan: RSUD dr Slamet dan Puskesmas se-Kabupaten Garut
Kelompok Rentan: Balita dan Anak-anak
Penyebab Utama: Cuaca panas, debu, dan asap rokok
Pihak Dinkes memastikan bahwa fasilitas kesehatan di Garut tetap siaga melayani pasien yang masuk setiap harinya agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan mencegah komplikasi lebih lanjut. (H-3)
(0)Comments