KUNJUNGI RSUD INDRAMAYU - Jajaran Bapperida Kabupaten Indramayu saat mendampingi tim Kemenkes dan Bappenas RI saat mengunjungi sejumlah fasilitas di RSUD Indramayu, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Senin (7/9/2026)
Ringkasan Berita: Kemenkes dan Bappenas RI tampak mendatangi sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di Indramayu
Kedatangan tim Kemenkes dan Bappenas RI ke RSUD Indramayu , Puskesmas Kaplongan hingga Pustu Tambi, tersebut, tampak didampingi jajaran Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Indramayu
Dalam kunjungan itu, mereka tampak meninjau beberapa fasilitas terbaru yang dimiliki di RSUD Indramayu , di antaranya, Catheterization Laboratory (Cathlab) hingga CT Scan 64 Slice
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Jajaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI tampak mendatangi sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di Indramayu.
Kedatangan tim Kemenkes dan Bappenas RI ke RSUD Indramayu, Puskesmas Kaplongan, hingga Pustu Tambi, tersebut, tampak didampingi jajaran Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Indramayu.
Dalam kunjungan itu, mereka tampak meninjau beberapa fasilitas terbaru yang dimiliki di RSUD Indramayu, di antaranya, Catheterization Laboratory (Cathlab) hingga CT Scan 64 Slice.
Baca juga: 2 Tahun Disimpan, Film Aplikasi Iblis Akhirnya Siap Tayang, Dimas Anggara Bicara soal Cirebon
Sementara di Puskesmas Kaplongan dan Pustu Tambi, tim Kemenkes serta Bappenas RI terlihat meninjau sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan, kondisi gedung hingga sarana lainnya di rumah sakit berlokasi di Jalan Murah Nara No. 7 tersebut.
Plt Sekretaris Bapperida Kabupaten Indramayu, Sukasa, mengatakan, kunjungan tersebut bagian dari monitoring pemanfaatan dukungan pemerintah di bidang kesehatan di Kabupaten Indramayu.
Terutama, menurut dia, pemantauan Kabupaten Indramayu selaku penerima manfaat proyek SIHREN, SOPHI, dan pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik bidang Kesehatan periode 2024 - 2026.
"Melalui monitoring ini, pemerintah pusat ingin memastikan pelayanan kesehatan di Indramayu meningkat setelah menerima dukungan dari (pemerintah) pusat," kata Sukasa dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/9/2026).
Ia mengatakan, monitoring itu diperlukan untuk mengukur sejauh mana pemanfaatan sarana dan prasarana serta peralatan kesehatan yang telah diberikan melalui berbagai dukungan pemerintah pusat ke daerah.
Selain itu, monitoring tersebut sekaligus menjadi upaya dalam memperkuat koordinasi dan sinergi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu dengan pemerintah pusat.
Baca juga: Abu Vulkanik Udah Nyampe Cirebon? Video Teras Rumah Penuh Debu Viral, Ini Kata Polisi
"Terutama dalam memastikan perencanaan, pelaksanaan, dan pemanfaatan program pembangunan bidang kesehatan berjalan efektif serta tepat sasaran," ujar Sukasa.
Pihaknya pun mendorong, berbagai dukungan dan intervensi pemerintah pusat dimanfaatkan secara optimal untuk memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
"Kami juga berdiskusi mengenai efektivitas dan utilisasi DAK Fisik Kesehatan 2025 serta bantuan pemerintah melalui program SIHREN hingga SOPHI di Indramayu," kata Sukasa.
(0)Comments