KO

Kompasiana.com

Meningkatkan Produktivitas Pertanian dengan Mekanisasi dan Tanam Modern

Image
Konten ini dibuat oleh pengguna Kompasiana. Seluruh isi menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan resmi redaksi Kompas. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian era Prabowo bekerja dengan Sekuat Tenaga untuk mencukupi kebutuhan pangan Seluruh Warga Negara. Tidak mudah Menyediakan pangan penduduk 250 juta lebih. Membangun fondasi ekonomi dan kedaulatan Pangan tidak secepat membangun jalan dan jembatan. Kementerian Pertanian memaksimalkan Konsep Pertanian Modern dengan Mekanisasi Pertanian agar Produktivitas Petani meningkat. Biaya Produksi naik, akan tetapi cuan berlipat-lipat. Negara tidak akan pernah impor pangan lagi jika ketersediaan pangan dan stok nasional tersedia. Melindungi Petani, Mensejahterakan, Indonesia Berdaulat, Mandiri Pangan dan Energi. Meningkatkan Produktivitas Pertanian dengan Mekanisasi dan Tanam Modern, Biaya Produksi Meningkat, Cuan Berlipat-Lipat Ganti Metode Tanam Modern, Amran Sebut Petani Bisa Cuan Rp35 Juta Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menargetkan penerapan metode tanam modern alias Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) pada minimal 1 juta hektare (ha) lahan pada 2027. Metode tersebut diklaim dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menambah penghasilan petani hingga sekitar Rp35 juta per ha. Amran mengatakan pemerintah akan memperluas penerapan PM-AAS dengan menyiapkan subsidi benih untuk menarik minat petani. Target 1 juta ha tersebut akan berlaku secara nasional. "Caranya adalah untuk tahun pertama insyaallah tahun depan kita subsidi benih. Supaya menarik, subsidi benih target 1 juta hektare," ucap Amran di Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Padi Sukamandi, Subang, Ia kemudian menghitung potensi tambahan produksi dan pendapatan apabila metode tersebut diterapkan pada 1 juta ha. Amran menyebut peningkatan produktivitas dapat mencapai sekitar 5 ton per ha dibandingkan pola sebelumnya. "Se-Indonesia minimal 1 juta tahun depan. Enggak, kita mulai sekarang, mulai sekarang kita jalan tetapi tahun depan kita anggarkan minimal 1 juta ha," ujarnya. Menurut Amran, jika produktivitas meningkat sekitar 5 ton per ha, penerapan pada 1 juta ha akan menghasilkan tambahan sekitar 5 juta ton gabah. Dalam hitungan lain yang disampaikannya, produksi dapat mencapai sekitar 10 juta ton dengan nilai sekitar Rp65 triliun. "Kalau itu terjadi, meningkatkan kesejahteraan. Kalau 1 juta (ha), katakanlah bisa nanti 2 juta (ha), 1 juta aja, kalau 1 juta kali 5 ton itu 5 juta ton. Kalau 2 juta (ha) berarti 10 juta ton," kata Amran. Ia kemudian menyebut 10 juta ton tersebut jika dikalikan harga sekitar Rp6.500 per kilogram (kg) dapat menghasilkan nilai sekitar Rp65 triliun. Namun, angka tersebut merupakan perhitungan nilai produksi yang disampaikan Amran, bukan secara spesifik tambahan pendapatan bersih petani. Adapun PM-AAS merupakan sistem pertanian intensif berbasis teknologi yang menekankan efisiensi, mekanisasi, pola tanam rapat, dan peningkatan produktivitas. Adapun metode yang dikembangkan oleh Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) ini antara lain menggunakan sistem tanam benih langsung (direct seeding), varietas unggul, pemupukan terukur, pengelolaan air, mekanisasi, serta pengendalian hama dan gulma.
Meningkatkan Produktivitas Pertanian dengan Mekanisasi dan Tanam Modern
View on original source
Share
Archive
Like

(0)Comments

 

Related Opinion

A note on cookies

Newshunt uses essential cookies to keep you signed in and to remember your language and country, so the site works the way you expect. With your permission, we'd also like to use analytics cookies to understand how people use Newshunt and improve it over time.

Accepting only affects analytics. To learn more, view our Privacy Policy or Terms & Conditions.