Sebuah pesawat tempur F-4 Phantom milik Angkatan Udara Yunani jatuh saat melakukan manuver ketinggian rendah dalam ajang Athens Flying Week di pangkalan udara Tanagra, Sabtu, 5 September 2026. Insiden tersebut menewaskan dua orang pilot di dalam pesawat ganda tersebut.
Kecelakaan yang terjadi di hadapan ribuan penonton ini memicu kebakaran di area pangkalan dan meluas ke hutan sekitarnya. Sebanyak 115 pemadam kebakaran, 36 kendaraan, sembilan pesawat, dan empat helikopter dikerahkan untuk memadamkan api yang sempat menutup akses jalan raya nasional Athens-Lamia. Scroll To Continue with Content
Aparat berwenang mengonfirmasi tidak ada korban luka dari kalangan penonton. Penyelenggara langsung membatalkan sisa rangkaian acara dan mengevakuasi area pertunjukan, sementara Angkatan Udara Yunani menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari.
Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis menyampaikan duka mendalam atas gugurnya para penerbang dalam tugas tersebut.
"Rasa duka meluas secara mendalam, dan pikiran kami tertuju pada keluarga kedua pilot yang telah gugur," kata Kyriakos Mitsotakis, Perdana Menteri Yunani.
Insiden meledaknya pesawat di udara ini juga mengejutkan para saksi mata yang berada di lokasi pertunjukan udara tahunan tersebut.
"Kami semua terperangah. Pesawat itu belum terbang lebih dari tiga menit," ujar seorang saksi mata, ERT.
Menteri Pertahanan Siprus Vasilis Palmas turut memberikan ucapan duka cita langsung kepada pemerintah Yunani pascakejadian.
"Dengan kesedihan yang mendalam saya mendengar kabar kematian dua perwira Angkatan Udara Hellenic, yang kehilangan nyawa dalam kecelakaan tragis saat pertunjukan udara di Pangkalan Udara Tanagra," kata Vasilis Palmas, Menteri Pertahanan Siprus.
Menanggapi tragedi tersebut, Menteri Pertahanan Nasional Yunani Nikos Dendias langsung mempersingkat agendanya di Pameran Internasional Thessaloniki untuk kembali ke Athens. Pihak berwenang menyatakan situasi kebakaran di sekitar lokasi kejadian telah berhasil dikendalikan pada Sabtu sore.
(0)Comments