ED

Editor

Dua Warga Lamandau Pingsan di Sumur, Satu Meninggal Diduga Terpapar Gas Beracun

Image
Ilustrasi sumur galian yang menjadi lokasi kecelakaan kerja dua warga Desa Samu Jaya, Lamandau. NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Dua warga Desa Samu Jaya, Kecamatan Lamandau, Kabupaten Lamandau, mengalami hilang kesadaran saat membersihkan sumur sedalam 13 hingga 14 meter pada Sabtu (5/9/2026). Keduanya diduga menghirup gas beracun tanpa bau di dalam ruang terbatas. Satu korban, Wahyono, meninggal dunia, sementara Sumadi masih menjalani perawatan medis. Wahyono merupakan buruh harian lepas asal Desa Samu Jaya yang telah berpengalaman sebagai penggali sumur selama satu tahun. Sementara Sumadi merupakan pemilik sumur sekaligus petani di RT 04/RW 01 Desa Samu Jaya. Peristiwa bermula sekitar pukul 08.30 WIB ketika keduanya menguras dan membersihkan sumur milik Sumadi yang mulai mengering akibat musim kemarau. Saat berada di dasar sumur, keduanya mendadak lemas dan pingsan. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung memberikan bantuan evakuasi dari atas sumur. 'Dalam proses evakuasi, keduanya sempat tidak sadarkan diri. Sumadi kemudian lebih dahulu sadar dan menerima alat bantu dari warga yang berada di atas untuk membantu mengevakuasi Wahyono dari dalam sumur,' terang Pj Kades Samu Jaya, Aan Juliver Damanik. Setelah berhasil dievakuasi, kedua korban dibawa ke Puskesmas Tapin Bini untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Namun, nyawa Wahyono tidak dapat ditolong. Sementara Sumadi masih menjalani perawatan untuk pemulihan kondisi fisiknya. Jenazah Wahyono telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Peristiwa tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat, khususnya saat musim kemarau ketika aktivitas membersihkan atau memperdalam sumur kerap dilakukan. Warga diimbau waspada terhadap potensi gas berbahaya di ruang tertutup dan terbatas yang dapat berakibat fatal dalam hitungan menit. (bib) NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Dua warga Desa Samu Jaya, Kecamatan Lamandau, Kabupaten Lamandau, mengalami hilang kesadaran saat membersihkan sumur sedalam 13 hingga 14 meter pada Sabtu (5/9/2026). Keduanya diduga menghirup gas beracun tanpa bau di dalam ruang terbatas. Satu korban, Wahyono, meninggal dunia, sementara Sumadi masih menjalani perawatan medis. Wahyono merupakan buruh harian lepas asal Desa Samu Jaya yang telah berpengalaman sebagai penggali sumur selama satu tahun. Sementara Sumadi merupakan pemilik sumur sekaligus petani di RT 04/RW 01 Desa Samu Jaya. Peristiwa bermula sekitar pukul 08.30 WIB ketika keduanya menguras dan membersihkan sumur milik Sumadi yang mulai mengering akibat musim kemarau. Saat berada di dasar sumur, keduanya mendadak lemas dan pingsan. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung memberikan bantuan evakuasi dari atas sumur. 'Dalam proses evakuasi, keduanya sempat tidak sadarkan diri. Sumadi kemudian lebih dahulu sadar dan menerima alat bantu dari warga yang berada di atas untuk membantu mengevakuasi Wahyono dari dalam sumur,' terang Pj Kades Samu Jaya, Aan Juliver Damanik. Setelah berhasil dievakuasi, kedua korban dibawa ke Puskesmas Tapin Bini untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Namun, nyawa Wahyono tidak dapat ditolong. Sementara Sumadi masih menjalani perawatan untuk pemulihan kondisi fisiknya. Jenazah Wahyono telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Peristiwa tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat, khususnya saat musim kemarau ketika aktivitas membersihkan atau memperdalam sumur kerap dilakukan. Warga diimbau waspada terhadap potensi gas berbahaya di ruang tertutup dan terbatas yang dapat berakibat fatal dalam hitungan menit. (bib)
Dua Warga Lamandau Pingsan di Sumur, Satu Meninggal Diduga Terpapar Gas Beracun
View on original source
Share
Archive
Like

(0)Comments

 

Related Opinion

A note on cookies

Newshunt uses essential cookies to keep you signed in and to remember your language and country, so the site works the way you expect. With your permission, we'd also like to use analytics cookies to understand how people use Newshunt and improve it over time.

Accepting only affects analytics. To learn more, view our Privacy Policy or Terms & Conditions.