UN

unknown

31 Pasien HIV/AIDS Meninggal karena Terlambat Berobat, Ini Upaya Dilakukan Dinkes Aceh Tengah

Image
KASUS HIV - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tengah, Mitahuddin, saat ditemui di Ruang Kerjanya, Senin (7/9/2026). Dinkes Aceh Tengah mengungkap kasus HIV meninggal capai 31 orang. Ringkasan Berita: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Tengah terus mengoptimalkan upaya penanganan dan pencegahan penyebaran HIV/AIDS di tengah berbagai tantangan di lapangan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, sejak kasus pertama ditemukan pada 2018 hingga Agustus 2026, tercatat ada 89 kasus HIV /AIDS di Aceh Tengah , terdiri atas 58 kasus HIV dan 31 kasus AIDS Dari jumlah tersebut, seluruh penderita AIDS atau 31 orang dilaporkan meninggal dunia, dan yang terbaru meninggal pada pertengahan tahun 2024 lalu. Laporan Wartawan TribunGayo Alga Mahate Ara|Aceh Tengah TribunGayo.com, TAKENGON – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Tengah terus mengoptimalkan upaya penanganan dan pencegahan penyebaran HIV/AIDS di tengah berbagai tantangan di lapangan. Kendati demikian, hambatan psikologis seperti stigma sosial dan rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan sukarela masih menjadi batu sandungan utama dalam memutus rantai penularan. Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tengah, Mitahuddin, SKM, MAP, mengungkapkan bahwa fenomena penularan HIV kerap diibaratkan sebagai "gunung es", di mana kasus yang terdeteksi hanya sebagian kecil dari kondisi riil di masyarakat. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, sejak kasus pertama ditemukan pada 2018 hingga Agustus 2026, tercatat ada 89 kasus HIV/AIDS di Aceh Tengah, terdiri atas 58 kasus HIV dan 31 kasus AIDS. Dari jumlah tersebut, seluruh penderita AIDS atau 31 orang dilaporkan meninggal dunia, dan yang terbaru meninggal pada pertengahan tahun 2024 lalu. Kondisi ini umumnya terjadi karena pasien baru mendapatkan pengobatan setelah memasuki stadium lanjut. "Yang terbaru meninggal pada Juni 2024 lalu," ujar Mitahuddin kepada TribunGayo, Senin (7/9/2026), Selain keterlambatan deteksi, Dinkes Aceh Tengah menyoroti masih adanya hambatan berupa stigma dan diskriminasi, bahkan hingga kasus pengusiran terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Tantangan ini diperparah dengan masih terbatasnya pengetahuan sebagian tenaga kesehatan dan masyarakat, serta kendala akses layanan, logistik, dan sumber daya manusia. Adapun mayoritas faktor penularan didominasi oleh perilaku seks berisiko, yang meliputi seks komersial, hubungan LSL (Laki-laki Seks dengan Laki-laki), penularan dari suami ke istri, hingga dalam kasus kecil penyalahgunaan narkotika suntik. Di sisi lain, ruang gerak penanggulangan juga dihadapkan pada tantangan fiskal. Anggaran terbatas Anggaran penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Aceh Tengah saat ini terbilang sangat terbatas dan hanya difokuskan untuk kegiatan monitoring dan evaluasi (monev), peningkatan kompetensi staf, serta edukasi pemantauan kepatuhan minum obat. Akibat keterbatasan ini, upaya preventif dan kuratif utama belum dapat berjalan secara optimal. Untuk menekan laju penyebaran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tengah menekankan pentingnya strategi penguatan lintas sektor, peningkatan kapasitas Komisi Penanganan AIDS (KPA).
31 Pasien HIV/AIDS Meninggal karena Terlambat Berobat, Ini Upaya Dilakukan Dinkes Aceh Tengah
View on original source
Share
Archive
Like

(0)Comments

 

Related Opinion

A note on cookies

Newshunt uses essential cookies to keep you signed in and to remember your language and country, so the site works the way you expect. With your permission, we'd also like to use analytics cookies to understand how people use Newshunt and improve it over time.

Accepting only affects analytics. To learn more, view our Privacy Policy or Terms & Conditions.