KONFLIK TIMUR TENGAH - Dokumen rahasia bocor, laporan intelijen AS soal Iran diklaim dirubah sesuai kepentingan Donald Trump
Ringkasan Berita: Intelijen Amerika Serikat menilai kemampuan militer Iran meningkat signifikan setelah enam bulan konflik
Teheran semakin percaya diri dalam menghadapi kepentingan Amerika Serikat di kawasan Asia Barat
Iran berpotensi memperpanjang perang untuk memberikan tekanan politik terhadap Presiden Donald Trump
TRIBUNSTYLE.COM - Intelijen Amerika Serikat (AS) menilai Iran justru keluar dari konflik selama enam bulan dengan kepercayaan diri yang semakin besar terhadap kemampuan militernya.
Penilaian tersebut menjadi lampu merah bagi Washington karena Teheran dinilai semakin memahami cara menggunakan kekuatan militernya untuk menyerang kepentingan AS di seluruh Asia Barat.
Laporan intelijen AS yang ditinjau sejumlah pejabat dan dikutip The New York Times menyebut Iran kini memiliki pemahaman lebih baik mengenai kemampuan militernya sendiri setelah berbulan-bulan menghadapi konflik dengan Amerika Serikat.
Teheran juga disebut semakin percaya diri dapat mempertahankan perang dalam jangka panjang, dikutip Tribun Style dari Al Mayadeen pada Minggu (6/9/2026).
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran di Washington bahwa Iran tidak akan terburu-buru mengakhiri konflik.
Sebaliknya, Teheran dinilai dapat memperpanjang perang sekaligus meningkatkan tekanan politik terhadap Presiden Donald Trump menjelang pemilihan paruh waktu AS.
Iran Dinilai Makin Paham Cara Menyerang AS
KONFLIK TIMUR TENGAH - Dokumen rahasia bocor, laporan intelijen AS soal Iran diklaim dirubah sesuai kepentingan Donald Trump (YouTube/Tribunnews)
Menurut laporan intelijen tersebut, pengalaman menghadapi konflik secara berkala selama berbulan-bulan memberi Iran kesempatan untuk mempelajari kekuatan dan kelemahan militernya.
Iran disebut kini memiliki pemahaman lebih kuat mengenai bagaimana kemampuan tersebut dapat digunakan untuk menghadapi kepentingan Amerika Serikat di kawasan.
Penilaian itu muncul ketika pertukaran serangan antara AS dan Iran kembali meningkat setelah periode relatif tenang.
Iran merespons serangan AS dengan menargetkan kapal-kapal di Selat Hormuz serta aset-aset Amerika di kawasan tersebut.
Meski skala serangan sejauh ini masih terbatas, pejabat yang mengetahui penilaian intelijen tersebut memperingatkan bahwa Teheran berpotensi memperluas respons militernya.
Empat Faktor Bikin Iran Makin Percaya Diri
Meningkatnya kepercayaan diri Iran disebut dipengaruhi sejumlah faktor.
Pertama, kepemimpinan Iran dinilai menjadi lebih solid. Anggota Kongres AS dari Partai Demokrat, Jason Crow, mengatakan kepemimpinan Iran kini lebih kohesif dibandingkan sebelumnya.
Oposisi internal terhadap pemerintah Teheran juga disebut telah berkurang dalam skala besar.
(0)Comments