UN

unknown

Tenaga Konstruksi Asal Bangkalan Meninggal di Malaysia, 15 Tahun Bekerja Pulang Tinggal Nama

Image
RUMAH DUKA TKI - Kepulangan jenazah Norhasan (38), warga Desa/Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, disambut haru keluarga, tetangga, dan kerabat pada Sabtu (5/9/2026) siang. Ia meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan kerja sebagai tenaga konstruksi di Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia, pada Kamis (3/9/2026). Ringkasan Berita: Bekerja di Malaysia sebagai tenaga konstruksi sejak berusia 23 tahun, Norhasan meninggal dunia di Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia, pada Kamis (3/9/2026). Hingga Agustus 2026, almarhum Norhasan merupakan PMI ke-10 yang meninggal dunia di luar negeri. Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ahmad Faisol TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Langkah Norhasan, warga Desa/Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, dalam meningkatkan derajat ekonomi keluarga, kandas saat usianya menapaki 38 tahun. Penghasil Ringgit Malaysia sejak berusia 23 tahun tersebut meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan kerja sebagai tenaga konstruksi di Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia, pada Kamis (3/9/2026). Baca juga: Terpeleset ke Sungai Sedalam 3 Meter saat Jelajah Pramuka, Siswa di Trenggalek Meninggal Jenazah Norhasan dipulangkan dari Malaysia pada Sabtu, 5 September 2026, dengan penerbangan Maskapai Air Asia QZ 321 dan tiba di Bandara Juanda pada pukul 11.00 WIB. Jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) tersebut tiba di rumah duka, Desa Geger, menggunakan kendaraan ambulans yang difasilitasi Pos Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Pamekasan. "Mewakili pimpinan daerah, Bapak Bupati dan Wakil Bupati, serta atas nama Pemerintah Kabupaten Bangkalan, kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum Norhasan," ungkap Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Bangkalan, Jemmi Tria Sukmana, kepada TribunJatim.com, Minggu(6/9/2026). Berdasarkan Surat Bukti Pencatatan Kematian Kedutaan Besar Indonesia di Kuala Lumpur, Norhasan sempat dilarikan ke Hospital Tuanku Ja'afar, Seremban, Negeri Sembilan, dengan sebab kematian multiple injures due to fall from height. "Betul, terjatuh saat bekerja sebagai tenaga konstruksi. Berkerja selama 15 tahun di Negeri Jiran. Almarhum adalah pahwalan devisa, penggerak ekonomi lokal (Bangkalan), dan tentu saja sebagai tulang punggung keluarga," ungkap Jemmi. Hingga Agustus 2026, almarhum Norhasan merupakan PMI ke-10 yang meninggal dunia di luar negeri. Sebelumnya, ada nama Rois (56), warga Desa Dabung, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan. Buruh bangunan tersebut meninggal dunia di Rumah Sakit Selayang Selangor, Malaysia, karena menderita sakit jantung pada 21 Juli 2026. Serangan jantung juga menerpa PMI buruh bangunan asal Desa Lerpak, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, Martaqi (57), pada 18 Juli 2026, setelah 37 tahun bekerja di Malaysia. Jemmi menjelaskan, Pemkab Bangkalan melalui Disperinaker akan terus berkomitmen memberikan fasilitasi dan perlindungan kepada PMI asal Bangkalan. Termasuk ketika menghadapi persoalan saat bekerja di luar negeri maupun ketika harus dipulangkan ke daerah asal. "Kemarin (Sabtu), jenazah Norhasan tiba di rumah duka sekitar pukul 13.50 WIB, dan diserahterimakan kepada keluarga disaksikan oleh Kepala Desa Geger," jelas Jemmi. Gratis pelatihan vokasi nasional
Tenaga Konstruksi Asal Bangkalan Meninggal di Malaysia, 15 Tahun Bekerja Pulang Tinggal Nama
View on original source
Share
Archive
Like

(0)Comments

 

Related Opinion

A note on cookies

Newshunt uses essential cookies to keep you signed in and to remember your language and country, so the site works the way you expect. With your permission, we'd also like to use analytics cookies to understand how people use Newshunt and improve it over time.

Accepting only affects analytics. To learn more, view our Privacy Policy or Terms & Conditions.