EVAKUASI : Warga dan petugas melakukan evakuasi dua bocah yang tenggelam saat mandi di Sungai Niru, Dusun VI, Desa Tebat Agung, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, Minggu (6/9/2026) sore. FOTO : (Humas Polres)
Ringkasan Berita: Dua bocah berusia 10 tahun tenggelam saat mandi di Sungai Niru, Muara Enim, Minggu (6/9/2026).
Korban C meninggal dunia setelah sempat dirawat di RS Fadhillah Prabumulih, sementara F masih menjalani perawatan.
Polisi telah melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi, sementara orang tua diimbau meningkatkan pengawasan anak saat berada di sekitar sungai.
SRIPOKU.COM, MUARA ENIM - Dua bocah berusia 10 tahun tenggelam saat mandi di Sungai Niru, Dusun VI, Desa Tebat Agung, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, Sumsel, Minggu (6/9/2026) sore.
Dalam peristiwa tersebut, seorang korban berinisial C (10), warga Kampung II, Desa Tebat Agung, meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Fadhillah Kota Prabumulih.
Sementara korban lainnya, F (10), hingga Senin (7/9/2026) masih menjalani perawatan medis di rumah sakit tersebut.
Korban Tenggelam Saat Hendak Menolong Teman
Informasi yang dihimpun, kejadian bermula sekitar pukul 16.00 WIB.
Saat itu, kedua korban bersama sejumlah warga lainnya sedang mandi di Sungai Niru yang berada di wilayah Kampung VI, Desa Tebat Agung.
Tidak lama kemudian, kedua korban bergerak menuju bagian hulu sungai.
Saat berada di lokasi, F menuju bagian tengah sungai. Namun, secara tiba-tiba korban terperosok ke bagian sungai yang lebih dalam.
Melihat temannya tenggelam, C kemudian berusaha memberikan pertolongan.
Namun nahas, karena kedua bocah tersebut diketahui tidak bisa berenang, C justru ikut tenggelam saat berusaha menyelamatkan F.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berdatangan dan memberikan pertolongan kepada kedua korban.
Satu Bocah Meninggal Dunia
Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra melalui Kasi Humas AKP RTM Situmorang menyampaikan, kedua korban berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke Puskesmas Tebat Agung untuk mendapatkan penanganan medis.
Karena membutuhkan perawatan lebih lanjut, keduanya kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Fadhillah Kota Prabumulih.
Namun, setelah menjalani perawatan, nyawa C tidak berhasil diselamatkan.
(0)Comments